Apa itu program Samsung for Education?

Al Azhar 25 tidak perlu merintis jalannya sendiri. Sekolah ini mengikuti tahapan yang sudah dirancang.

Samsung for Education mendampingi sekolah menjalani transformasi digital secara bertahap, sesuai dengan kondisi awal masing-masing. Proses ini memiliki tahapan yang jelas. Dimulai dengan melihat kondisi sekolah secara menyeluruh, mulai dari lingkungan belajar, guru, siswa, hingga komunitas di sekitarnya. Setelah itu, guru dan pimpinan sekolah mengikuti bootcamp serta pengembangan profesional berkelanjutan, sebelum sekolah kembali dinilai untuk melihat sejauh mana perkembangannya.

Pada tahap akhir, sekolah memperoleh pengakuan sebagai Samsung School, kemudian sebagai Samsung Digital Lighthouse School, sebagai bukti perubahan nyata, bukan sebagai syarat untuk memulai.

Berikut perjalanan yang dilalui salah satu sekolah di Tangerang Selatan, Indonesia.

Mengapa sekolah ini beralih ke pembelajaran digital

Belum lama ini, pembelajaran di Al Azhar 25 sepenuhnya bertumpu pada buku cetak. Pendekatan yang digunakan sama untuk semua siswa, baik mereka yang lebih cepat memahami materi maupun yang perlahan tertinggal. Guru kesulitan menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan setiap siswa, sekaligus mengetahui siapa yang benar-benar mampu mengikuti pelajaran dengan baik.

Dorongan untuk berubah datang dari kepala sekolah pada periode 2021 hingga 2022, yang juga dipengaruhi oleh keseharian para siswa di sekolah. Pada tahap ini, belum ada rencana besar, apalagi ambisi untuk meraih pengakuan tertentu. Yang ada adalah keinginan sekolah untuk memberikan pembelajaran yang lebih baik, serta keyakinan bahwa teknologi yang tepat, jika digunakan dengan cara yang tepat, dapat membantu mewujudkannya.

Titik awal perjalanan: penilaian kesiapan digital

Alih-alih langsung membagikan tablet kepada setiap siswa, sekolah memulai dengan melihat secara jujur sejauh mana kesiapan digitalnya saat itu.

Penilaian pertama menunjukkan bahwa Al Azhar 25 masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Dilihat dari berbagai aspek penting, mulai dari lingkungan belajar, pengembangan guru, keterlibatan siswa, hingga hubungan sekolah dengan komunitas, Al Azhar 25 masih berada pada tahap awal transformasi digital. Namun, penilaian ini justru memberikan sesuatu yang lebih penting: gambaran yang jelas tentang kesenjangan yang masih ada dan tahapan yang perlu dilalui untuk mengatasinya.

Sekolah pun memulai dari skala kecil dan secara terencana, melalui satu kelas yang terdiri dari tiga puluh siswa dengan dukungan perangkat Galaxy Tab. Kelas ini menjadi proyek percontohan dalam lingkungan belajar yang nyata. Pada minggu-minggu awal, proses adaptasi belum sepenuhnya berjalan mulus. Siswa dan guru masih membiasakan diri menggunakan tablet, proses pembelajaran sempat mengalami kendala, dan masih banyak hal yang perlu disesuaikan. Yang membantu sekolah melewati tahap ini bukanlah awal yang sempurna, melainkan pendampingan yang konsisten. Samsung dan tim digital sekolah terus berkomunikasi secara intensif dan bersama-sama mengatasi setiap kendala yang muncul.

See More ……

https://www.samsung.com/id/business/samsung-for-education/educators-corner/the-journey-to-becoming-a-samsung-digital-lighthouse-school/

Postingan Terkait